Pesan Moral dalam permainan ular tangga

Ular tangga adalah permainan papan untuk anak-anak yang dimainkan oleh 2 orang atau lebih. Papan permainan dibagi dalam kotak-kotak kecil dan di beberapa kotak digambar sejumlah “tangga” atau “ular” yang menghubungkannya dengan kotak lain. Permainan ini diciptakan pada tahun 1870.

Tidak ada papan permainan standar dalam ular tangga – setiap orang dapat menciptakan papan mereka sendiri dengan jumlah kotak, ular dan tangga yang berlainan.

Setiap pemain mulai dengan bidaknya di kotak pertama (biasanya kotak di sudut kiri bawah) dan secara bergiliran melemparkan dadu. Bidak dijalankan sesuai dengan jumlah mata dadu yang muncul. Bila pemain mendarat di ujung bawah sebuah tangga, mereka dapat langsung pergi ke ujung tangga yang lain. Bila mendarat di kotak dengan ular, mereka harus turun ke kotak di ujung bawah ular. Pemenang adalah pemain pertama yang mencapai kotak terakhir.

Biasanya bila seorang pemain mendapatkan angka 6 dari dadu, mereka mendapat giliran sekali lagi. Bila tidak, maka giliran jatuh ke pemain selanjutnya.( sumber wikipedia : https://id.wikipedia.org/wiki/Ular_tangga )

Dalam permainan ular tangga, cukup banyak orang yang mem-favoritkan mata dadu enam … Kalo dapet mata dadunya kecil, mereka mengeluh, “yaaaah cuman satu” … “yaaaaah cuman dua” … Kepinginnya, selalu dapet mata dadu yang besar, supaya cepet sampai finish …

Padahal dalam pengalaman saya … Yang menentukan sampai finish itu, bukan selalu dapet mata dadu besar, apalagi mata dadu enam … Tapi yang menentukan adalah, ketepatan dapat mata dadu tertentu, dengan situasi dan kondisi, dimana kita sedang berada di petak yang mana …

Ada saat-saat, dimana mata dadu besar menguntungkan … Dan ada saat-saat, dimana mata dadu besar justru merugikan … Demikian pula, ada saat-saat, dimana mata dadu kecil bisa merugikan … Dan ada saat-saat, dimana mata dadu kecil justru bisa menguntungkan …

Saya sering kok memenangkan permainan ular tangga, dengan sedikit sekali dapet mata dadu enam … Dapet mata dadunya bervariasi … Dan dominan, dapet mata dadu kecil … Tapi kenapa saya bisa menang? Bahkan cepat banget sampai finish?

Karena pas saya dapat mata dadu tertentu, pas dapet petak tangga … Terus begitu … Pas deket finish, kurang 2 petak lagi … Pas mata dadunya kecil, pas dapet 2 … Kebayang kalau udah deket finish, dapetnya mata dadu enam terus? … Ya gak finish finish wakakkak …

Dalam kehidupan riil juga sama … Jangan meremehkan presetasi-prestasi kecil, pencapaian-pencapaian kecil, langkah-langkah kecil … Karena keajaiban dalam hidup, adalah soal timing … Mungkin dalam pandangan kita kecil, tapi bisa jadi gara-gara yang kecil itu, kita dapet petak yang ada tangganya … Kecil, tapi dampaknya besar … Terlihat lambat tapi percepatan …

Tugas kita adalah, lempar dadunya sepenuh hati … Terima berapapun hasil mata dadu yang diperoleh … Melangkah terus … Lempar terus dadunya … Terima hasilnya … Melangkah … Lempar dadunya … Terima hasilnya … Melangkah … Teruus aja gitu …

Tidak usah mengeluhkan soal dapet “mata dadu kecil atau besar” … Yang penting sampai finish khaan? … Yang penting, kita tahu kita mau kemana … Dan biarkan DIA membantu kita, dengan cara-NYA yang khas … Yaitu, cara-cara out of the box, yang sering di luar prasangka kita …

Oh ya … Prinsip paling sederhana dalam permainan ular tangga, dan ini juga berlaku dalam real life … Jangan berhenti melempar dadunya, sampai kita finish … Teruslah melempar … Teruslah ikhtiar … Keep throwing … Keep doing

cara menghias aquarium bulat untuk kura kura