Kisah Riwu Ga sepenggal sejarah Indonesia yang hilang

Kisah Riwu Ga sepenggal sejarah Indonesia yang hilang

Dalam buku ‘ Sukarno , an autoboigraphy as told to Cindy Adams ‘ , di kisah kan bahwa sosok riwu adalah sosok sederhana  dan loyal kepada Bung Karno, dan sering di lukiskan sebagai watchdog yang selalu menjaga dan berdiri di samping Sukarno sebagai seorang pengawal dari marabahaya yang mengancan Sukarno.

Perkenalan Bung Karno dengan Riwu Ga

perkenalan  Bung Karno dengan Riwu Ga yang saat itu masih 18 tahun pada tahun 1934 ketika Bung Karno di buang ke ende , Nusa Tenggara Timur . saat itu Bung Karno sedang membuat potongan kayu untuk mengganjel pintu , saat itu Riwu ga datang dengan membawa pisang dan bertanya tanya mengenai cara membuat potongan kayu. Bung Karno sengang dengan pribadi Riwu Ga yang selalu ingin tahu tentang semua hal hingga akhirnya Bung Karno memintanya untuk membantu di rumahnya.

Riwu Ga meruopakan sejarah yang telupakan bagi Indonesia , 14 tahun mengawal Bung Karno dan Riwu Ga lah orang yang pertama kali di tunjuk oleh Bung karno untuk mengabarkan kemerdekaan indonesia di Jakarta. tak lama setelah Bung Karno membacakan teks proklamasi , Bung karno memanggil Riwu Ga dan berkata ” Anggalai,sekarang giliran anggalai ” , “sebarkan kepada rakyat jakarta, kita sudah merdeka , bawa bendera” kata anggalai berarti sahabat dari bahasa Ende , Nusa tenggara Timur.

Riwu Ga muda dan sederhana saat itu sangat bangga di beri tugas oleh Bung karno untuk mengabarkan kemerdekaaan indonesia walaupun situasi di jakarta masih mencekam yang mana secara resmi Jepang belum mengakui kemerdekaan Indonesia , banya di jalan jalan protokol dan persinpangan jalan tentara Jepang masih bersiaga yang bisa saja menembak aksi pengabaran kemerdekaan Indonesia di Jakarta, namun Riwu Ga tak gentar, ia tetap menjalankan perinta Bung karno untuk mengabarkan kemerdekaan dnegan keliling Jakarta dengan mengibarkan bendera.

Untuk menjalankan tugas tersebut saat iru Riwu Gadi bantu Sarwoko adik dari Mr. sartono mengemudikan jip terbuka , yang saat itu Riwu Ga berdiri sambil mengibarkan bendera merah putig dan berteriak teriak mengabarkan kemerdekaan Indonesia di jakarta.

Namun setelah Indonesia merdeka Riwu ga pamit untuk pulang ke tanah kelahirannya di pulau Sabu . Timor  dan sejak kepulangganya ia tak pernah cerita apapun mengenai peran pentingnya mengawal dan melayani Bung Karno dan masyarakat desanya pun tamk pernah mengetahui tentang peran besarnya dalam sejarah bangsa Indonesia.

di masa tuanya Riwu Ga justru menjadi seorang penjaga malam di kantor DPU di kabupaten ende hingga pensiun pada tahun 1974. dan sejak itu hidupnya mulai berpindah pindah dan menyingkir dari hiruk pikuknya jakarta , menjauh ke Naikoten, Kupang hingga ke Nunkurus di kabupaten Kupang pada tahun 1992.

Riwu Ga hanya beberapa tahun menjalani hidupnya di Kupang bersama istrinya belandina menjalani hidup sebagai petani di Nunkurus di lahan sawah depan markas TNI Naibonat. dan tepat pada pukul 17.00 Wita, di hari kemerdekaan RI tahun 1996  ketika masyarakat Indonesia sedang menyanyikan lagu Indonesia raya pada prosesi upacara penurunan bendera, Riwu Ga meninggal dunia dan jenazahnya di makamkan di TPU Kapadalakelurahan Airnona kecamatan Kota Raja , Kupang pada tanggal 19 Agustus 1996 .

semoga amal ibadahnya di terima Tuhan YME , amin

sejarah indonesia yang hilang , biografi riwu ga , riwu ga