Cara Jitu Deteksi Android Asli atau Palsu

Semakin gencarnya produk ponsel di Tanah Air menjadikan para pengguna ponsel semakin mudah untuk mendapatkan jenis ponsel apa yang mereka idamkan, dan ini berlaku disemua lapisan masyarakat, baik dikalangan bawah, menengah hingga kalangan atas.

Ini merupakan nilai positif di dunia ekonomi, karena semua lapisan mesayarakat berperan aktif di dalamnya, akan tetapi kemajuan teknologi inipun tak lepas dari kecurangan-kecurangan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga mereka melakukukan aktifitas terlarang dengan membuat replika atau tiruan produk-produk ponsel dengan memberikan nama sama dengan merk global, namun membanderol harga murah demi terjualnya produk tiruannya itu. Dan sudah sejelas kualitasnya jauh berbeda dari yang aslinya.

Karenanya bagi anda yang ingin memberli ponsel adroid baru ataupun bekas harus berhati-hati agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari karena tertipu oleh produk ponsel abal-abal alias palsu, dan berikut kami sampaikan beberapa tips langkah mudah deteksi android palsu. Mudah-mudahan dengan cara ini anda dapat mengidentifikasi ponsel android asli atau abal-abal.

Melihat bentuk fisik secara langsung

Sebelum melihat langsung, terlebih dahulu anda harus mencari informasi tentang ponsel yang akan anda inginkan, bisa lewat teman atau searching di internet, minimal anda tahu bentuk dan bahan yang digunakan, tidak perlu mendetail tapi cukup yang penting-penting saja, karena sekilas ponsel replika sama persis dengan aslinya, dengan melihat langsung jika ada yang janggal dan beda anda wajib curiga dan menanyakan.

Memastikan Number IMEI

Semua ponsel dapat dipastikan memiliki nomor IMEI, ini suatu keharusan bagi anda mengetahui apakah ponsel yang akan anda beli asli atau palsu, cocokkan nomor IMEI yang ada  pada ponsel dengan nomor IMEI yang tertera pada kardus kotak ponsel. Mintalah anda yang melakukan pengesekan sendiri, bukannya mengajari untuk curigaan pada pihak lain tapi untuk kebaikananda sendiri agar tidak tertipu, jika si penjual menolak pasti ada apa-apa, urungkan niat anda untuk beli di tempat tersebut dan pindah ke konter yang lain.

Untuk mengecek nomor  IMEI, dapat anda lakukan dengan menekan tombol *#06# nanti akan muncul nomor IMEI kemudian cocokkan dengan nomor IMEI yang tertera pada kotak bungkus ponsel, jika sesuai berarti tembus artinya nomor IMEI ponsel sama dengan nomo IMEI kardusnya.

Memanfaatkan aplikasi lain

Cara berikutnya untuk mengetahui apakah sebuah ponsel android asali atau tidak adalah dengan memanfaatkan aplikasi lain yang tersedia di Google Play Store, aplikasi ini gratis. Aplikasi dimaksud misalnya AnTuTu Benchmark atau CPU-Z.

Dengan Aplikasi An Tu Tu anda dapat mengetahui ulasa data dan perform ponsel yang asli yaitu dengan melakukan pengujian benchmark .

Kemudian hasil pengujian tadi anda cocokkan dengan ulasan yang anda peroleh dari sumber lain, internert misalnya, jika hasil pencocokan terdapat perbedaan yang cukup mencolok maka anda patut curiga bahwa ponsel tersebut tidaklah asli.

Sedangkan aplikasi CPU-z digunakan untuk mengetahui informasi dan spesifikasi seputar ponsel tersebut. Disampaing anda juga dapat mencari informasi yang resmi dari situs vendor atau situs internet yang pernah mengulasnya.

Mengecek dan menguji kamera

Satu hal yang dapat memncerminkan sebuah ponsel asli atau tidak adalah kualitas hasil tangkapan kameranya. Akan tetapi anda harus tau dulu seperti apa kualitas aslinyha hasil dari pengkapan kamera yang asli, baru anda dapat membandingkan dengan hasil dari ponsel tersebut. Jika terdapat perbedaan mencolok maka ponsel yang sedang anda teliti adalah palsu.

Cara lain untuk pengujian berdasarkan kamera adalah dengan memindah gambar hasil jepretan kamera yang sedang di teliti pada sebuah  komputer yang berbasis Windows, kemudian anda bisa mengeklik foto, pilih properties, lalu details. Dari sini akan anda peroleh informasi tentang model pembuat kameranya, dan pastikan apakah sesuai dengan merk ponsel atau tidak.

Hati-hati dengan tawaran harga murah

Pepatah jawa mengatakan “ono rego ono rupo” (ada harga ada rupa), mungkin pepatah ini pas untuk cara yang satu ini, karena biasanya ponsel yang tiba-tiba di tawarkan dengan harga jauh di bawah standar atau dengan kata lain sangat murah biasanya ada yang tak beres dengan ponsel android tersebut. Jika ponsel second modus yang paling sering pakai adalah yang punya lagi butuh duit, tapi beda halnya dengan ponsel baru.

Untuk menggunakan langkah ini, sebelumnya nada harus mencari informasi tentang harga pponsel yang akan anda beli, jika ada penawaran yang jauh lebih murah dari informasi yang anda peroleh, anda patut curiga.

Selain harga, dapat juga dijadikan ukuran adalah kartu garansi. Sebab, kartu garansi biasanya ada dalam satu paket penjualan di ponsel Android saat ini, selain kabel data, kepala charger, dan juga buku panduan. Apalagi saat ini vendor Android di Indonesia hampir semuanya telah menyertakan kelengkapan ini di paket  pembeliannya.