Tenda jamaah haji di padang arafah roboh di terpa angin kencang

di terpa angin kencang pada selasa 22 agustus 2015 puluhan tenda jamaah haji asal banten ,jakarta selatandan depok yang berada di maktab nomor 8 dan 9 roboh.

 

pada saat itu angin dan kilat melanda Padang arafah tempat keberadaan tenda jamaah haji asal indonesia tersebut , namun sebelum roboh para jamaah haji sudah menduga bahwa tenda mereka tidak dapat bertahan dengan terpaan angin kencang tersebut hingga mereka memutuskan untuk meninggalkan tenda mereka.

Nggak lama kita semua keluar, tenda akhirnya roboh,” ujar Somali, jamaah haji asal Jakarta Selatan kepada Republika.

Somali juga menuturkan bahwa kejadian tersebut terjadi seusai mereka melaksanakan Shalat isya berjamaah , saat di tyerpa angin tenda berguncang yang membuat para jamaah haji ketakjutan dan memutuskan meninggalkan tenda dan meninggalkan barang bawaan di dalam tenda.

Somali juga menuturkan bahwa tidak ada korban dalam kejadian tersebut karena mereka sudah keluar dari tenda saat tenda tersebut roboh

“Alhamdulillah, nggak ada satu orang pun di dalam pas tendanya roboh,” kata jamaah dari Kloter JKG 12 ini.

hal lain juga di ungkapkan oleh Muhammad Abdullah Misanbahwa sebelum masuk ke tenda dia dan rombongan melihat debu dan pasir meniup tenda mereka sebelum memasuki tenda

“Beruntung tadi bus kami nyasar, sehingga sampai sini terlambat,” ujar Misan.

Misan juga menuturkan bahwa dia dan rombongan berangkat dari pemondokan di Makkah selepas Maghrib. Di tengah jalan, petugas dan pengemudi tidak mengetahui arah menuju Padang Arafah. Akhirnya, mereka pun sampai di lokasi wukuf selepas Isya.

“Baru kami turun dan menuju tenda, eh tiba-tiba tendanya roboh. Untungnya belum ada yang masuk tadi,” kata Misan.

Saat itu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang langsung meninjau lokasi robohnya tenda meminta jamaah agar bersabar. dan meminta petugas untuk segera mengungsikan para jamaah haji dari maktab 8 dan 9 ke tenda mushola yang ada.

“Ini biar segera selesai masalahnya karena kasihan jamaah sudah malam harus berada di luar tenda,” kata Menag.

Kepala Bidang Perlindungan dan Keamaan Jamaah PPIH Arab Saudi Kolonel Tri Budi Utomo menilai, robohnya tenda dikarenakan kesalahan pengikatan simpul-simpul tali tenda. Tiang-tiang penyangga tenda hanya diikat dengan simpul sederhana tanpa mempertimbangkan aspek ketahanan apabila tenda diterpa angin kencang.

“Ini, lihat saja sendiri besinya cuma ditempel kemudian diikat seadanya. Pekerja dari muassassah nampaknya tergesa-gesa,” kata dia. Saat ini, puluhan pekerja dari muassassah sedang mencoba mendirikan kembali tenda-tenda yang roboh.