jamaah Indonesia berburu batu akik di bukit Jabal Uhud

 

Di saat menjalankan ibadah Arbain , yaitu ibadah berjamaah selama 40 hari tanpa putus di masjid nabawi , jamaah haji juga memiliki kesempatan untuk mengunjungi Jabal Uhud , yaitu tempat kejadian perang besar antara pejuang islam dan para kaum Quraisy pada tanggal 15 Syawal 3 Hijriah atau bertepatan dengan bulan Maret tahun 625 Masehi , dalam peperangan itu sebanyak 70 pejuan Islam syahid di medan laga .

 

ketika mengunjungi Jabal Uhud tersebut banyak jamaah haji terutama dari Indonesia yang menaiki bukit Jabal Uhud untuk mengabadikan momen dengan ponsel dan camera , namun tak sedikit pula yang berburu oleh oleh khas Arab di lapak pinggir jalanan di Jabal Uhud tak jauh dari bukit Jabal Uhud.

Dan salah satu lapak pedagang yang paling menarik perhatian adalah lapak dari seorang pedagang batu akik milik Abu Abdullah yang merupakan pedagang batu akik sejak lama di area parkir Jabal Uhud.

Abu Abdullah menjelaskan bahwa dirinya menjual berbagai macam batu akik dari berbagai negara , mulai India ,Persia dan dari Arab sendiri. Tetapi, Abu Abdullah mengakui bahwa dirinya juga menyediakan batu akik imitasi yang terbuat dari bahan Plastik dan kaca.

“Harganya untuk batu dari India dihargai 5 riyal (atau setara Rp 18.750), bila beli dua diberi bonus satu,” katanya, seperti dikutip Dream dari situs Kemenag, Senin, 31 Agustus 2015.

Seperti tak mau ketinggalan trending mode batu akik di tanah air , jamaah asal indonesia juga banyak mengerumuni lapak batu akik untuk di bawa pulang ke Indonesia sebagai oleh oleh atau hanya sekedr sebagai koleksi.

Tidak sedikit pula jemaah Indonesia yang tertarik membeli dagangan khas Timur Tengah seperti kurma, sajadah, serta oleh-oleh khas musim haji lainnya. Keunikan jemaah haji asal Indonesia juga terlihat saat mengabadikan momen mendaki bukit Jabal Uhud dengan kamera ponsel miliknya.

Meski begitu, tidak sedikit pula beberapa jemaah mengangkatkan tangannya untuk berdoa. Jemaah asal Sulawesi Tenggara Sumiati, mengungkapkan dengan berkunjung ke tempat tersebut diharapkan bisa menambah keimanannya kepada Allah Swt. “Semoga dari sini keimanan kita bisa bertambah,” ucapnya.