Memacu Semangat Belajar Sibuah Hati

Detik Indoneisa – Tidak usah terlalu risau apabila sibuah hati sedang bermalasan dalam belajar. Sudah menjadi tugas orangtua untuk mendorong anak agar kembali  bersemangat dalam belajarnya agar bisa mencapai cita-cita yang diinginkannya kelak. Memacu Semangat Belajar Sibuah Hati bisa disimak di artikel berikut ini.

Pola Belajar Mandiri

Anda juga membantu anak dalam membangun pola belajar mandiri. Pola belajar mandiri harus dimulai dengan menyusun jadwal belajar sendiri. Buatlah suatu papan jadwal dengan kartu–kartu kegiatan yang menarik. Pada tahap awal , temani anak untuk menyusun rencana kesehariannya sehingga ia dapat mengambil keputusan sendiri kapan mengerjakan kewajibannya dan mempunyai waktu bersantai atau mengerjakan apa yang ia sukai.

Memacu Semangat Belajar Sibuah Hati Dengan demikian anak ,tidak merasa didikte. Anak juga akan belajar untuk mengerjakan apa yang ia sukai dan apa yang tidak ia sukai, namun harus dikerjakan. Perlahan-lahan, latilah anak mendahulukan tugas yang sulit sehingga tidak perlu cemas dan tegang pada malam hari karena tugasnya belum diselesaikan.

Mengajarkan Ketekunan Dan Ketelitian

Beberapa orang tua berpendapat bahwa disekolah hanya memberikan materi pelajaran , tetapi tidak mengajarkan cara belajar yang baik yang akan menumbuhkan ketekunan dan ketelitian. Anak harus dilatih untuk terkun, yaitu dengan memberikan kesempatan pada si anak untuk menyelesaikan dengan pekerjaan yang mampu ia lakukan. Perasaan puas dengan hasil pekerjaan sendiri merupakan suatu perasaan penting bagi anak untuk tumbuh ketekunan.

Fasilitas Yang Cukup Untuk Belajar

Anda selaku orang tua harus memberikan fasilitas yang cukup terhadap anak. Anak-anak terkadang membuat orang tua frustasi dengan mengatakan ,”Bu, besuk pagi saya di suruh membawa kapas untuk membuat prakarya di sekolah.” Dan pada waktu dia mengatakan itu sudah pukul 11.00 malam, pada saat itu anda sudah memakai baju tidur. Seorang ilmuan menganjurkan agar situasi pada saat itu tidak dipakai untuk mengajar anak tentang tanggungjawab. Saat itu adalah saatnya menunjukkan kepada anak bahwa anda pun melihat pekerjaan rumahnya sangat penting seperti yang ia rasakan. Tanpa perlu marah-marah, ganti baju dan carilah toko yang pada jam- jam segitu masih buka, untunglah yang di cari adalah kapas dan biasanya di apotik menjual kapas. Untunglah ada apotik yang bukanya 24 jam jadi anda tidak susah untuk mendapatkan kapas tersebut. Tanpa anda mengatakan dengan nada marah, anak dengan sendirinya akan berkata dalam hatinya ,” Lain kali aku akan lebih teliti mempersiapkan tugasku, Sehingga aku tidak akan merepotkan ibuku”.

Memberikan Hadiah

Hadiah akan mengajarkan kepada anak suatu nilai. Jika Anda memberikan hadiah pada prestasi, maka dia akan belajar bahwa yang dinilai adalah prestasinya. Tapi jika anda memberikan pada proses, maka dia akan belajar bahwa proses lebih bernilai daripada prestasi. Seorang ahli berpendapat agar supaya orang tua memberikan hadiah pada anaknya bukan kepada prestasinya melainkan pada proses .