cara menurunkan Kolesterol tinggi secara alami Tanpa Efek Samping

makanan berkolesterol memang biasanya nampak indah dan lezat , dan kolesterol biasanya mempunyai andil yang besar untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh kita yang berfungsi untuk membangun memperbaiki dan menumbuhkan jaringa dinding sel dalam tubuh kita.

Kolesterol bisa masuk kedalam aliran darah kita melalui serapan makanan yang kita konsumsi sehari hari , namun perlu di ketahui bahwa ada dua jenis kolesterol di dalam tubuh kita , yaiotu kolestreol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) dan Kolesterol baik atau  high-density lipopretein(HDL).

terlalu banyak timbunan kolesterol di dalam tubuh akan bedampak sangat negatif untuk tubuh kita karena kolesterol jahat ini dapat masuk dan menyumbat pada pembuluh darah yang di sebut ateroskleosis, yaitu radang pada pembuluh darah manusia dan menyebabkan beberapa penyakit ganas di antaranya kanker,jantung koroner, dan stroke.

Menurut dokter spesialis penyakit jantung dan kardiologis Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Dr.Djoko Maryono, DsPD,DsPJ,FIHA, FACC, salah satu pengobatan yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar Kolesterol ialah dengan mengonsumsi phytosterol.

Pitosterol, yang mencakup sterol dan stanol, adalah senyawa steroid mirip dengan kolesterol yang terjadi pada tanaman dan hanya berbeda dalam rantai samping karbon dan / atau tidaknya ikatan ganda. Stanol jenuh sterol, tidak memiliki ikatan ganda dalam struktur cincin sterol. Lebih dari 200 sterol dan senyawa terkait telah diidentifikasi. pitosterol Gratis diekstrak dari minyak yang tidak larut dalam air, yang relatif tidak larut dalam minyak, dan larut dalam alkohol.

Makanan Fitosterol diperkaya dan suplemen makanan telah dipasarkan selama beberapa dekade. Meskipun kolesterol LDL didokumentasikan menurunkan efek, tidak ada yang terbukti secara ilmiah bukti efek menguntungkan pada penyakit kardiovaskular (CVD) atau kematian secara keseluruhan ada.

phytosterol mempunyai manfaat yang sangat besar bagi tubuh kita diantaranya meningkatkan sistem imunitas tubuh, antikarsinogenik yang mana mampu melawan penyebab-penyebab kanker, mengurangi pembesaran prostat, dan menurunkan kadar gula darah serta menurunkan inflamasi.

“Phytosterol ini kan dari tumbuh-tumbuhan jadi memang tidak ada efek sampingnya. Bahkan, jika dikonsumsi dalam jumlah banyak sekalipun. Berbeda dengan pengobatan kimiawi yang biasanya digunakan untuk menurunkan Kolesterol.  Sering kali menyebabkan myolysis, yaitu kerusakan otot. Selain itu, berkurangnya transmitter ke otak, dan libido menurun. Karena itu, sangat penting untuk selalu dimonitor oleh dokter penggunaannya,” jelas Dr. Djoko.

Selain bisa dikonsumsi dalam bentuk suplemen, phytosterol bisa didapatkan dari berbagai sumber makanan seperti jagung, flax seed, kacang kedelai, kelapa, kacang-kacangan, zaitun, termasuk juga minyak sayur.

Namun menurut peneltian terbaru, para penderita asthma dan penyakit pernapasan lainnya perlu berhati-hati mengonsumsi suplemen phytosterol. Sebab, kebanyakan suplemen phytosterol terbuat dari kedelai yang dapat memicu kambuhnya penyakit tersebut. Karena itu, ada baiknya konsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi phytosterol.