Cara Mudah Mengenali Nyamuk Aedes Aegypti

Hewan ganas yang menyebabkan dan menyebarkan penyakit demam berdarah, chikungunya, zika, dan penyakit lainnya adalah hewan ini, apalagi kalu bukan nyamuk Aedes aegypti.

Kita sering mendengar nama hewan yang memiliki panjang empat hingga tujuh milimeter ini, akan tetapi dari kita banyak yang belum tahu, terutama orang-orang yang berada di daerah pelosok dan pedesaan yang kurang sosialisasi akan nyamuk ini, tentunya kesulitan mendeteksi ciri-ciri dari nyamuk ini, kalau kita bisa mengamati dari jarak dekat kita dengan mudah akan tahu nyamuk ini, yaitu dari warnanya belang hitam putih, namun seringkali kita tidak menyadari akan kehadirannya, karena sangat sulit bagi kita untuk bisa memperhatikan dari jarak dekat.

Sebenarnya ada ciri-ciri mendasar dari keberadaan nyamuk Aedes aegypti ini, karena memang nyamuk ini tidak memiliki kebiasaan umumnya nyamuk lainnya, yaitu kalau nyamuk jenis lain yang lebih banyak berkeliaran pada malam hari, sedangkan nyamuk Aedes aegypti lebih suka berkeliaran pada siang hari, paling sering waktu pagi hingga menjelang siang, namun secara umum kurang lebih dua jam setelah matahari terbit dan beberapa jam sebelum matahari terbenam.

Jika berada di dalam rumah atau ruangan, nyamuk ini biasanya bersembunyi di pojok ruang yang remang-remang atau gelap, di bawah lemari pakaian, dan baju yang digantungkan dan terbuka baju. Sedangkan di luar rumah, mereka cenderung ada di tempat yang sejuk dan teduh.

Berdasarkan penelitian, nyamuk Aedes aegypti yang berkelamin jantan hanya makan dari buah-buahan. Sedangkan untuk nyamuk betinanya, selain makan dari buah-buahan, mereka juga mengisap darah untuk perkembangan telurnya.

Dari berbagai kejadian yang pernah terserang penyakit demam berdarah, nyamuk ini biasa menyerang pada bagian bawah dari arah belakang, namun begitu bisa saja seseorang digigit nyamuk ini dari bagian rubuh yang lain.

Nyamuk Aedes aegypti ini memiliki usia kurang lebih satu bulan, tergantung dari kondisi lingkungan yang ada, sedangkan proses pertumbuhan telur menjadi nyamuk utuh, kurang lebih sepuluh hingga 14 hari.

Secara umum, ada tiga jenis nyamuk Aedes aegypti, yakni domestik, sylvan, dan peridomestic.

  • Jenis domestik berhabitat di perkotaan, di sekitar atau di dalam rumah.

  • Sylvan adalah nyamuk Aedes aegypti yang lebih banyak berada di pedesaan dan berkembang biak di lubang pohon, umumnya di hutan.

  • Peridomestic tumbuh subur di lingkungan yang dimodifikasi, seperti kebun kelapa dan peternakan.

Demikian gambaran dari nyamuk Aedes aegypti agar bisa lebih hati-hati dan waspada agar terhindar dari bahaya penyakit yang dibawa oleh nyamuk ini.

foto nyamuk aedes aegypti