Merayakan Nyepi Hukumnya Bagi Umat Islam

Sesuai yang menjadi pernyataan nyepi itu sendiri, semua warga serta umat Hindu tidak melakukan kegiatan yang sifatnya ramai-ramai, massal serta hura-hura. Bahkan juga kendaraanpun mesti berhenti, termasuk juga pesawat terbang juga tak diperbolehkan beroperasi. Pada malam hari juga tak menyalakan listrik, dan semuanya stasiun TV ditutup. Hal itu bisa dilihat di Bali, yang warganya sebagian besar beragama Hindu. Kita bisa membayangkan, Bali yang yang pada hari biasa tak pernah sepi dari turis domestik maupun luar negeri, pada saat perayaan nyepi semuanya mesti beradaptasi dengan keadaan ritual nyepi.

Hari Raya Nyepi Itu Seperti Apa

Upacara Upacara Dalam Perayaan Nyepi Sekilas Info In Hari Raya Nyepi Merayakan Nyepi Hukumnya Bagi Umat Islam

Berarti semua warga yang ada di Bali tak bisa meakukan kegiatan yang mencolok serta mengganggu ketenangan perayaan nyepi umat Hindu, walau disana banyak umat yang lain. Beberapa Turis juga harus beradaptasi tak boleh melakukan kegiatan yang dapat menggangu kekhidmatan nyepi itu. Serta sebagai bentuk kegiatan yang umumnya ramai dengan manusia, hari ini mesti ditutup, seperti terminal, bandara, tempat tempat rekreasi, tempat perbelanjaan serta semuanya tempat keramaian.

Apabila saat peringatan nyepi bertepatan dengan hari jumat, di mana umat Islam mesti melakukan shalat jumat, jadi jikalau umat Islam lakukan jumatan, mesti dikerjakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu nyepi itu sendiri. Berarti juga saat pergi ke masjid tak perlu berbondong bondong, tetapi dengan cara sendiri serta tak membawa kendaraan, dengan kata lain jalan kaki, saat khutbahpun juga tak perlu memakai pengeras suara, dan saat selesai jumatanpun harus tak bersamaan dan sebagainya.

Bahkan juga semakin lebih bijaksana dalam upaya menghormati perayaan nyepi kesempatan ini, umat Islam yang sedikit dapat untuk meninggalkan Bali serta beralih sesaat sembari berlibur ke Jawa umpamanya atau ke Lombok mataram serta yang lain.

Hari Raya Nyepi Agama Hindu

Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1937 Bupati Sumba Timur For Hari Raya Nyepi Merayakan Nyepi Hukumnya Bagi Umat Islam

Sebagai warga bangsa yang mengaku kemajemukan suku, adat serta agama, kita memanglah mesti sama-sama menghormati keduanya. Saat umat Islam tengah menjalankan ibadah puasa umpamanya, umat lainnya juga semestinya menghormatinya dengan lakukan usaha upaya-supaya dengan tidak melakukan kegiatan yang bisa menggangu umat Islam yang tengah berpuasa. Saat umat yang lain tengah merayakan hari raya mereka, jadi umat yang lain juga semestinya menghormati serta tak melakukan kegiatan yang bisa mengganggu perayaan itu.

Hari Raya Nyepi Di Bali

Hari Raya Nyepi Salah Satu Hari Raya Yang Membuatmu Bangga Inside Hari Raya Nyepi Merayakan Nyepi Hukumnya Bagi Umat Islam

Kita tau bahwa peringatan nyepi itu tak dikerjakan disembarang tempat, serta cuma difokuskan di pulau Dewata Bali. Karenanya umat Hindu yang ada diluar Bali umumnya melaksanaan perayaan tersebut di Bali supaya dapat khusuk berbarengan dengan umat Hindu yang lain.

Dengan keadaan seperti itu sebenarnya umat Hindu sudah melakukan toleransi yang cukup tinggi dengan tidak menyusahkan pihak lain. Cobalah di pikirkan kalau peringaqtan nyepi itu diperigati di semua Indonesia, jadi untuk menghormati nyepi itu, Negara kita mesti berhenti bekerja serta hal itu pasti bakal begitu berat. Untungnya umat Hindu mengerti hal itu, serta nyepi itu cuma diberlakukan di Bali saja.

Untuk hal itu kita pantas berterima kasih pada umat Hindu serta karenanya begitu bijaksana pada saat kita menghormatinya serta janganlah sampai kita menggangu dengan lakukan sesuatu hal, terutama di Bali yang bisa mengakibatkan kerusakan situasi nyepi itu. Semakin lebih baik bila umat yang bukan Hindu serta kebetulan berukim di Bali, untuk menyingkir sesaat atau bila tidak juga bisa tetaplah tinggal di Bali, namun tetaplah dengan semangat menghormati umat Hindu yang tengah nyepi.

Sikap Umat Islam Saat Nyepi

Untuk kita umat Islam, menghormati umat Hindu atau umat lain saat tengah menggerakkan beribadah ataupu memperingati hari besar mereka, adalah satu perbuatan yang terpuji. Mungkin saja ada beberapa umat yang melihat menghormati mereka yang beda kepercayaan saat mereka tengah merayakan hari besar, dikira sebgai perbuatan kurang terpuji, tetapi saat kita telah setuju kalau kita bertempat tinggal serta jadi warga Negara Indonesia yang memanglah terdiri dari beragam suku bangsa serta kepercayaan, jadi harus hukumnya terhadap kita untuk tetap menjaga keamanan serta kedamaian semua pihak. Hal itu pastinya meniscayakan adanya toleransi serta bahkan juga sama-sama meghormati di antara semua warga Negara dalam beragam kegiatan mereka, terlebih kegiatan melaksanakan ibadah.

Leave a Reply