Tata Cara Amalan Umat Islam Saat Terjadi Gerhana Matahari

05/03/2016 / Peristiwa / Sukma Wati

Berdasarkan keterangan dari beberapa ulama, baik gerhana matahari maupun gerhana bulan, kita sebagai umat Islam sunah mukaad tuk menjalankan sholat. Boleh dilakukan berjamaah, maupun dilakukan sendiri. Karenanya berikut kami sajikan tata cara umat muslim melaksanakan salat gerhana.

Amalan Ketika Gerhana Matahari

Shalat gerhana dimulai dri awal gerhana matahari atau bulan sampai gerhana ini berakhir. Hal ini berdasarkan atas sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, “Oleh sebab itu, apabila kalian melihatnya, berdoalah kepada Allah SWT setelah itu shalatlah sampai terang lagi. ” (Muttafaqun ‘alaihi).

Amalan Gerhana Matahari

Kita sebagai umat muslim, tidak bisa sebatas melihat gerhana saja. Anda dissunnahkan melaksanakan amalan-amalan yang lumrahnya dilakukan oleh Nabi serta para sahabatnya pada masa Nabi dahulu. Antara lain:

Memperbanyak dzikir, istighfar, takbir, sedekah dan amal shalih. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, “Oleh karena itulah, bila kalian telah melihat, maka berdoalah pada Allah, bertakbirlah, laksanakanlah shalat serta bersedekahlah. ” (Muttafaqun ‘alaihi)

Keluar menuju masjid tuk menunaikan shalat gerhana berjama’ah, sebagaimana disebutkan dalam hadits, “Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam keluar menuju masjid, kemudian beliau berdiri, selanjutnya bertakbir dan sahabat berdiri dalam shaf pada belakangnya. ” (Muttafaqun ‘alaihi)

Wanita keluar untuk turut juga menunaikan shalat gerhana, sebagaimana dalam hadits Asma’ binti Abu Bakr Radhiallahu’anhuma berkata, “Aku mendatangi ‘Aisyah istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tatkala terjadi gerhana matahari. Aku melihat orang-orang berdiri menunaikan shalat, demikian pula ‘Aisyah aku melihatnya shalat. ” (Muttafaqun ‘alaihi)

Jika dikhawatirkan akan terjadi fitnah, maka harusnya para wanita mengerjakan shalat gerhana ini sendiri-sendiri di rumah mereka masing-masing berdasarkan keumuman perintah mengerjakan shalat gerhana.

Shalat gerhana matahari dilakukan tanpa adzan dan iqamah, akan tetapi diseru untuk shalat pada malam dan siang dengan ucapan “ash-shalâtu jâmi’ah” (shalat akan didirikan), sebagaimana disebutkan di hadits Abdullah bin ‘Amr Radhiallahu’anhuma, ia berkata: Waktu terjadi gerhana matahari dalam zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam diserukan “ash-shalatu jâmi’ah” (sesungguhnya shalat akan didirikan). (HR Bukhâri)

Khutbah setelah shalat, selayaknya disebutkan dalam hadits, ‘Aisyah Radhiallahu’anha berkata: Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, tatkala selesai shalat, beliau berdiri menghadap para jama’ah selanjutnya berkhutbah. (HR Bukhâri)

Amalan Sunnah Ketika Gerhana

Bertakbir, membaca doa iftitah, ta’awudz, mempelajari surat al-Fâtihah, serta mempelajari surat panjang, seperti al-Baqarah.

Ruku’ dengan ruku’ yg panjang.

Bangkit untuk ruku’ (i’tidal) seraya mengucapkan: sami’allhu liman hamidah.

Gak sujud (setelah bangkit dr ruku’), akan tetapi surat al-Fatihah dan surat yg dibaca setelah surat al fatihah lebih ringan dari yg pertama.

Kemudian ruku’ pula dengan ruku’ yg panjang, hanya saja bertambah ringan dari ruku’ yg sebelumnya.

Bangkit dari ruku’ (i’tidal) seraya mengucapkan: sami’allahu liman hamidah.

Kemudian sujud, lalu duduk antara 2 sujud, lalu sujud kembali.

Lalu berdiri ke raka’at kedua, dan selanjutnya melakukan seperti yang dilakukan pada raka’at pertama, hingga selesai.