tempat ngabuburit asyik seru dan ramai di kota medan

Ramadhan yang dinanti-nantikan oleh umat Muslim pada akhirnya datang juga. Di sebagian pojok kota sudah terdapat banyak beberapa tempat yang disulap jadi tempat favorite untuk ber-ngabuburit ria. Satu diantaranya di Medan. Medan senantiasa menyuguhkan wisata kuliner yang aduhai. Tidak cuma menggugah selera, namun juga menggoyang lidah. Waktu bln. Ramadhan, di Medan ada dua tempat yang dapat sahabat traveler kunjungi untuk isi saat sambil menanti berbuka puasa.

Pusat Jajanan Merdeka Walk

Pusat Jajanan Merdeka Walk Tempat Ngabuburit Asyik Seru Dan Ramai Di Kota Medan

Ada banyak restoran yang ada di Merdeka Walk, salah satunya yang paling populer yakni Nelayan Restaurant. Menu restaurant ini salah satunya Dim-Sum Steam (Ha Kaou, Ciong Fen, Sio May, Sui Kiau), Dim-Sum Gorengan (Bola Udang, Lumpia, Sayap Ayam, Steak Tahu), Mie Special (Mie Ramien) serta Kwetiau special. Sebagai favorite biasanya yaitu Ha Kaou lantaran bentuk serta rasa-rasanya agak tidak sama serta tidak sering diketemukan di daerah lain. Ada pula Restaurant Jala-jala (makanan specialnya mie jala-jala serta kwetiau jala-jala), tetapi menu makanan disini sama persis dengan menu makanan di Nelayan Restaurant.
Bila sahabat traveler telah pilih restaurant di Merdeka Walk, baiknya duduk di lokasi restaurant itu lantaran bila duduk di lokasi umum, jadi beberapa pelayan restaurant lain selalu menawari sahabat traveler menu mereka, serta sahabat traveler bakal terasa jemu menampik mereka dan terasa tidak nyaman nikmati makanan.

Hal sebagai ciri khas food court ini yakni terkecuali menu yang ada di meja, traveler bakal dibawakan segera sebagian type masakan andalan, hingga bila tertarik dengan bentuk serta aroma masakan itu dapat segera memesannya.

Nah, apabila sahabat traveler berkunjung ke Pusat Jajanan Merdeka Walk ini waktu ngabuburit, sahabat traveler dapat jalan-jalan memilih-milih menu yang bakal sahabat traveler menjadikan menu buka puasa kelak.

Taman Burung Migran

Taman Burung Migran Tempat Ngabuburit Asyik Seru Dan Ramai Di Kota Medan

Taman Burung Migran ini berlokasi di sekitaran Kompleks Cemara Asri, sesungguhnya taman ini adalah satu diantara sarana kompleks yang didapatkan untuk penghuni kompleks. Taman Burung Migran ini dahulu cuma diisi sebagian type spesies burung, tetapi lantaran keasrian serta keselarasan lingkungan, banyak burung dari beragam tempat datang kesini serta tinggal. Setelah itu taman ini juga di buka untuk umum. Serta saat traveler kesini, tak ada pungutan cost lho, dengan kata lain gratis. Tidak heran sehari-harinya beberapa orang dari beragam kelompok berkunjung ke Taman Burung Migran ini.

Taman Burung Migran ini diambil sebagai tempat yang asik untuk ngabuburit lantaran memanglah dapat memberi kenyamanan untuk beberapa pengunjung yang datang. Sebagian pengunjung yang datang kesini menyampaikan kalau taman ini dapat memberi sensasi relaksasi. Nah, tidak heran kalau saat bln. Ramadhan tiba, beberapa orang bertandang kesini untuk ngabuburit-ria. Untuk traveler yang menginginkan berbuka puasa disini juga, terdapat banyak pedagang makanan yang siap mengenyangkan perut kalian

Masjid Raya Al-Mashur Medan

Masjid Raya AlMashur Medan Tempat Ngabuburit Asyik Seru Dan Ramai Di Kota Medan

Setiap saat Ramadan, ciri khas Masjid Raya Al-Mashur di Medan senantiasa dinanti, yaitu sajian bubur sup yang di buat satu tahun sekali serta diberikan dengan cara gratis. Kebiasaan ini sudah diawali mulai sejak berdirinya Masjid Raya Al-Mashur pada 1909.

Awalannya bubur ini dihidangkan Kerajaan Melayu, Kesultanan Maimun, untuk beberapa musafir serta pendatang yang berkunjung untuk berbuka puasa.

Haji Ridwan, Pelaksana Harian Kemakmuran Masjid Raya Medan, sekian waktu lalu menyampaikan ketika itu bubur diambil sebagai santapan berbuka yang diberikan gratis lantaran biaya membuatnya lebih murah dari pada makanan khas Melayu lain. Untuk bikin sajian itu sepanjang satu bulan, Masjid Raya keluarkan dana sampai Rp 60 juta. ” Dananya dihimpun Kesultanan dari beberapa donatur, ” tuturnya.

Sehari-hari bubur ini dihidangkan dalam 1. 000 piring pada jemaah yang akan berbuka puasa di halaman masjid itu. Untuk warga yang akan berbuka puasa dirumah dengan bubur sup, penyelenggara memperbolehkan mereka membawa wadah, namun mereka mesti antre lebih awal, yaitu mulai sejak asar.

Pembuatan bubur itu diawali pada jam 10. 00 WIB sehari-hari, dari mengolah bumbu hingga memotong kentang serta daging sebagai bahan paling utama sup. Diluar itu, masihlah dibutuhkan 25 kg beras, 8 kg daging, 10 kg kentang, wortel, dan bumbu-bumbu serta rempah, seperti kayu manis. Sesudah salat zuhur, beberapa bahan itu dimasak diatas tungku perapian dari kayu bakar. Perlengkapannya berbentuk dua belanga sebesar pelukan tangan lelaki.

Bubur ditaburi ayang, semacam sayuran yang terbuat dari tauge serta daun pakis. Terkecuali sediakan bubur, penyelenggara menyimpan teh hangat sebagai minuman pembuka. Mulai jam 17. 30 WIB, orang mulai berdatangan serta segera duduk di depan sajian bubur. Ada yang datang dari sekitaran Medan, seperti Binjai serta Lubuk Pakam. Walau di samping Masjid Raya ada pusat jajanan makanan Ramadan, mereka senantiasa meluangkan diri mencicipi bubur di masjid ini.