cara mengawasi anak menggunakan facebook menurut psikolog

cara mengawasi anak menggunakan facebook menurut psikolog

Di era digital ini semua hal tentang kehidupan banyak di dukung oleh aplikasi di dunia internet , banya juga aplikasi social yang paling di minati masyarakat seperti Facebook , twitter mulai dari anak anak , dewasa hingga orang tua. namun kita sebagai orang tua memiliki kewajiban untuk mendidik , mengawasi dan memberi anak motivasi dan dukungan dalam setiap aktifitasnya, dan dalam era modern ini kita sebagai orang tua memiliki kewajiban extra kepada anak anak untuk mengawasi pergaulan mereka baik itu di dunia offline dan online , terlebih lagi di dunia online, karena saat ini banyak kejahatan dan pengaruh mental yang bisa memperburuk perilaku anak anak di dunia online.

Kemajuan teknologi digital terutama bidang social media membuat anak jarang bergaul dengan teman teman di dunia nyata , mereka lebih suka bergaul di dunia maya dengan memeanfaatkan facebook , twiter dan lain sebagainya , dalam hal ini membuat kita cukup kewalahan dalam mengawasi perilaku dan pergaulan mereka .

Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti, telah memberi beberapa tips dan trik dalam mengawasi anak anak dalam menggunakan media sosial facebook twitter dan internet agar tak terjerumus dalam hal negatif tanpa harus mengganggu sosialisasinya dalam pergaulan di dunia maya.

Menurut psikolog tersebut yang pertama tama harus kita lakukan adalah berusaha menjadi teman mereka tanpa mereka ketahui , dan untuk hal itu kita juga harus mempunyai akun di media sosial tersebut dan menjadi teman untuk dapat mengetahui aktifitas dari sang anak.

“Harus menjadi teman sama anak, tapi bukan berarti terus-terusan komentar di media sosial. Mau tidak mau harus tetap menjaga relasi supaya anaknya merasa nyaman,” kata Anna saat ditemhi di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (3/9).

“Kalau misalnya ada gambar atau informasi yang menurut kita tidak seharusnya disebar, jangan komentar langsung di media sosialnya. Bisa bicara langsung atau secara personal untuk menanyakan maksud ia mengunggah itu apa,” ujar Anna.

“Kalau bisa men-detect ada obrolan dengan orang tidak dikenal tanya juga sama anaknya. Usahakan jangan galak mukanya. Intonasinya juga jangan tinggi. Matanya yang tenang, intonasi yang ramah. Lebih banyak bertanya dari pada menasihati,” kata Anna.

tegurlah anak secara online atas perilaku mereka yang kurang benar , jangan di tegur lewat media social karena bisa mempenagruhi perilaku mereka dan mental mereka , berpura puralah untuk menanyakan hal yang bersangkutansaat bertatap muka , dan ajak mereka berpikir untuk bertindak positif dan beri tahu mengenai dampak yang dapat di timbulkan.

“Yang punya media sosial kan pasti anak yang sudah besar, itu bisa diskusi, ajak ngobrol, dan diajak berpikir,” ujar Anna.