Tujuh Kota Percontohan Pengelolaan Sampah-Solo bagaimana?

Sebagaimana dikatakan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Hanung dari istana kepresidenan pada 5 Februari, bahwa pemerintah telah menetapkan tidak kurang dari tujuh kota sebagai kota percontohan pengelolaan sampah sebagai sumber energi, ketujuh kota ini disebut-sebut sebagai kota percontohan pegelolaan sampah karena dalam setiap harinya tidak kurang dari seribu ton sampah mampu dikelola dan dijadikan sebagai sumber energi listrik, ketujuh kota tersebut meliputi: Jakarta, Bandung, Tangerang, Semarang, Surabaya, Solo, dan Makassar.

Kesemuanya tersebut tergolong kota-kota besar kecuali kota Solo, bukan karena kota yang pernah dipimpin figur Jokowi, melainkan sebagai proyek percotohan kota menengah lainnya, meskipun dalam setiap harinya hanya memproduksi sampah sebanyak antara 200-250 ton saja, dengan demikian Kota Solo akan menjadi pilot project untuk kota menengah lainnya.

Selain Sekretaris Kabinet, dalam kesepatan yang sama pula sebagaimana dikatakan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, bahwa ketujuh kota ini dipilih karena memang layak dan penghasil sampah terbanyak di Indonesia, yang kedepannya pemerintah akan membangun pembangkit listrik tenaga sampak, dengan teknologi ini sampah-sampah yang sebelumnya menjadi masalah, akan berubah menjadi solusi, dan pembangunannya akan diseragamnkan di semua kota-kota besar tersebut.

Masih dari penjelasan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian bahwa pihak pemerintah akan mempermudah ijin dari proyek ini, dan ihaknya juga berjanji akan turun tangan apabila tejadi pesoalan dan kendala, dan jika proyek ini sudah berhasil, maka listrik yang dihasilkan wajib dibeli oleh pemerintah dengan harga sesuai yang disepakati bersama.

Meskipun bukan hal yang baru, karena teknologi ini telah dijalankan dibeberapa daerah, akan tetapi pemerintah belum berani memberlinya karena harga yang cukup mahal dan dirasa memberatkan anggaran negara, berbeda jika pembangunan proyek ini dikawa oleh pemerintah sejak awal maka pemerintah percaya akan menemukan pola yang lebih efisien.

Darmin menyebut, Presiden Jokowi akan segera menandatangani Perpres yang berkaitan dengan percepatan pengelolan sampah menjadi sumber energi litrik tersebut.

Kita doakan saja semoga pemerintah dimudahkan oleh Tuhan dalam membangun bangsa yang makmur.